Saat menerima kiriman besi beton, hampir semua sengketa bermula dari satu hal yang sama: angka di surat jalan tidak cocok dengan hasil timbangan di proyek. Pembeli merasa kurang, pengirim merasa sudah benar, dan pembicaraan berputar tanpa dasar hitungan yang disepakati bersama.
Padahal dasarnya sederhana. SNI menetapkan berat besi beton hanya dari diameter nominalnya, bukan dari merek, bukan dari jenis permukaannya. Halaman ini memuat tabel berat lengkap beserta cara memakainya, supaya Anda bisa memeriksa sendiri setiap kiriman sebelum menandatangani surat jalan.
Rumus berat yang dipakai SNI
Berat besi beton dihitung dari luas penampang nominal dikalikan berat jenis baja. Hasil penyederhanaannya adalah satu rumus yang dipakai di seluruh industri:
Berat (kg/m) = 0,006165 × d², dengan d dalam milimeter.
Panjang batang standar di Indonesia adalah 12 meter, sehingga berat per batang tinggal dikalikan 12. Contoh untuk diameter 16 mm: 0,006165 × 16 × 16 = 1,578 kg per meter, lalu 1,578 × 12 = 18,94 kg per batang.
Besi polos dan besi ulir beratnya sama
Ini sering ditanyakan. Besi polos (BjTP) dan besi ulir (BjTS) dengan diameter nominal sama memiliki berat yang identik, karena sirip pada besi ulir sudah diperhitungkan sebagai bagian dari diameter nominal. Perbedaan keduanya ada pada daya lekat terhadap beton, bukan pada beratnya. Penjelasan lengkapnya ada di artikel perbedaan besi beton polos dan ulir.
Tabel berat besi beton SNI
Tabel berikut memakai rumus di atas untuk seluruh diameter yang lazim dipakai di proyek Indonesia. Kolom terakhir memudahkan Anda mengubah pesanan dari satuan ton ke satuan batang.
| Diameter | Berat per meter (kg) | Berat per batang 12 m (kg) | Batang per 1 ton (pembulatan) |
|---|---|---|---|
| 8 mm | 0,395 | 4,73 | 211 |
| 10 mm | 0,617 | 7,40 | 135 |
| 12 mm | 0,888 | 10,65 | 94 |
| 13 mm | 1,042 | 12,50 | 80 |
| 16 mm | 1,578 | 18,94 | 53 |
| 19 mm | 2,226 | 26,71 | 37 |
| 22 mm | 2,984 | 35,81 | 28 |
| 25 mm | 3,853 | 46,24 | 22 |
| 29 mm | 5,185 | 62,22 | 16 |
| 32 mm | 6,313 | 75,76 | 13 |
| 36 mm | 7,990 | 95,88 | 10 |
| 40 mm | 9,864 | 118,37 | 8 |
Angka pada kolom terakhir dibulatkan ke bilangan bulat terdekat, sehingga untuk pesanan besar sebaiknya tetap dihitung ulang dengan berat per batang agar tidak melenceng beberapa kilogram.
Perlu dicatat, tidak semua diameter di tabel ini tersedia pada setiap kelas mutu, dan ukuran yang lazim dipakai untuk sengkang berbeda dengan yang dipakai untuk tulangan utama. Tabel ini murni soal berat; urusan kelas mutu dan ketersediaan ukuran ada di halaman spesifikasi produk. Yang penting, berat pada tabel berlaku sama untuk seluruh pemasok yang mengikuti SNI, sehingga bisa dipakai sebagai pembanding netral saat membandingkan penawaran dari beberapa pabrik sekaligus.
Contoh perhitungan yang sering dipakai
Dari berat ke jumlah batang
Anggaplah anggaran material mencantumkan 5 ton besi ulir D16. Berat satu batang D16 adalah 18,94 kg, sehingga 5.000 ÷ 18,94 = 263,9 batang, dibulatkan menjadi 264 batang. Bila dihitung balik, 264 × 18,94 = 5.000,16 kg — praktis tepat 5 ton.
Dari jumlah batang ke berat
Sebuah kiriman terdiri atas 120 batang D13 dan 300 batang D10. Beratnya adalah 120 × 12,50 = 1.500 kg untuk D13, ditambah 300 × 7,40 = 2.220 kg untuk D10. Totalnya 3.720 kg. Bila timbangan jembatan di proyek menunjukkan angka yang jauh di bawah itu, ada yang perlu ditanyakan sebelum barang dibongkar.
Kenapa naik satu ukuran terasa berat sekali
Karena diameter dikuadratkan, kenaikan ukuran menaikkan berat jauh lebih cepat daripada dugaan. Besi D25 beratnya 3,7 kali besi D13, bukan sekitar dua kali seperti perbandingan diameternya. Efek ini penting saat menyusun anggaran, karena perubahan desain dari D13 ke D25 melipatgandakan tonase yang harus dibeli.
Kesalahan umum saat memakai tabel berat
- Menganggap selisih kecil pasti wajar. SNI memang memberi toleransi berat, dan besarnya berbeda untuk tiap rentang diameter. Yang perlu diperiksa adalah apakah selisihnya masih berada dalam toleransi resmi, bukan sekadar terasa kecil.
- Mengukur diameter dengan penggaris. Pada besi ulir, pengukuran harus memperhitungkan sirip. Cara paling andal justru menimbang: ambil satu batang utuh, timbang, lalu bandingkan dengan tabel di atas.
- Memakai panjang selain 12 meter tanpa penyesuaian. Batang potongan atau batang 11 meter tentu tidak cocok dengan kolom berat per batang. Kembalikan dulu ke berat per meter.
- Menerima besi di bawah ukuran karena harganya menarik. Batang dengan diameter aktual 15,2 mm yang dijual sebagai D16 hanya memiliki sekitar 90 persen berat seharusnya. Yang berkurang bukan hanya berat, melainkan juga kemampuan menahan beban.
Cara memeriksanya sederhana: minta mill certificate per batch, cocokkan nomor batch pada label dengan dokumen, lalu timbang satu batang acak sebagai kontrol silang. Praktik ini dibahas lebih jauh pada halaman sertifikasi kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah berat besi beton polos dan ulir berbeda?
Tidak. Pada diameter nominal yang sama, keduanya memiliki berat yang identik karena rumus SNI hanya bergantung pada diameter. Perbedaannya terletak pada daya lekat terhadap beton dan kelas mutunya.
Berapa berat satu batang besi D13?
Satu batang D13 sepanjang 12 meter beratnya 12,50 kg, dari perhitungan 1,042 kg per meter dikalikan 12 meter.
Berapa batang D10 dalam satu ton?
Sekitar 135 batang, karena satu batang D10 beratnya 7,40 kg. Untuk pesanan besar, hitung ulang dengan berat per batang agar tidak ada selisih beberapa kilogram.
Apakah berat di tabel ini sudah pasti sesuai kiriman?
Tabel ini adalah berat teoretis menurut rumus SNI. Kiriman nyata boleh menyimpang sebatas toleransi yang ditetapkan standar. Selisih yang melebihi toleransi perlu ditanyakan kepada pemasok.
Ukuran apa saja yang diproduksi Inter World Steel?
Kami memproduksi besi beton polos dan ulir dalam rentang 8 hingga 40 mm melalui dua lini rolling mill. Rincian per kelas mutu dapat dilihat pada halaman spesifikasi produk.
Memeriksa sebelum menandatangani
Tabel berat adalah alat kontrol paling murah yang dimiliki pembeli besi beton. Timbangan dan kalkulator sudah cukup untuk mengetahui apakah kiriman sesuai pesanan, tanpa perlu laboratorium. Kami menyarankan kontraktor menyimpan tabel ini di lokasi penerimaan barang.
PT Inter World Steel Mills Indonesia adalah pabrik baja di Tangerang dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, bersertifikat SNI 2052:2024, dan menyediakan SPPT-SNI serta mill certificate untuk setiap batch. Untuk kebutuhan proyek, silakan lihat lini Premium Rebar, pelajari skema kemitraan pada halaman distributor besi beton, atau langsung hubungi tim kami untuk membahas ukuran dan volume yang Anda perlukan.




BERITA
Inter World Steel