Pembelian besi beton dalam jumlah besar hampir selalu melibatkan dua satuan yang berbeda. Rencana anggaran dan penawaran pabrik biasanya bicara dalam ton, sedangkan mandor, gudang, dan tukang besi bekerja dengan batang. Ketika dua satuan ini tidak diterjemahkan dengan benar, hasilnya bisa berupa kekurangan barang, kelebihan stok, atau perdebatan saat serah terima.

Artikel ini menyediakan tabel jumlah batang per ton untuk setiap diameter yang umum, cara menghitung bolak-balik antara ton dan batang, dan daftar data yang perlu disiapkan sebelum meminta penawaran harga grosir untuk proyek maupun stok toko besi.

Kenapa jumlah batang per ton berbeda-beda

Berat besi beton menurut SNI hanya bergantung pada diameter, dengan rumus 0,006165 × d² kg per meter. Karena diameter dikuadratkan, berat naik jauh lebih cepat daripada ukurannya. Besi D16 bukan dua kali lebih berat dari D8, melainkan empat kali. Akibatnya, satu ton D8 berisi ratusan batang, sedangkan satu ton D32 hanya belasan.

Besi polos dan ulir dengan diameter yang sama memiliki berat identik, sehingga tabel di bawah berlaku untuk keduanya. Perbedaan fungsinya dijelaskan di artikel tabel ukuran dan berat besi beton SNI.

Tabel jumlah batang besi beton per ton

Semua angka memakai panjang batang standar 12 meter dan berat nominal SNI.

Diameter Berat per meter Berat per batang Batang per ton Batang utuh per ton
8 mm 0,395 kg 4,73 kg 211,4 211
10 mm 0,617 kg 7,40 kg 135,1 135
12 mm 0,888 kg 10,65 kg 93,9 93
13 mm 1,042 kg 12,50 kg 80,0 80
16 mm 1,578 kg 18,94 kg 52,8 52
19 mm 2,226 kg 26,71 kg 37,4 37
22 mm 2,984 kg 35,81 kg 27,9 27
25 mm 3,853 kg 46,24 kg 21,6 21
29 mm 5,185 kg 62,22 kg 16,1 16
32 mm 6,313 kg 75,76 kg 13,2 13
36 mm 7,990 kg 95,88 kg 10,4 10

Kolom "batang utuh" dibulatkan ke bawah karena besi dikirim per batang. Dalam praktik, tonase aktual pengiriman ditentukan oleh jumlah batang dikali berat nyata, sehingga angka pada surat jalan bisa sedikit berbeda dari tonase pesanan.

Cara menghitung bolak-balik

Dari ton ke batang

Jumlah batang = (tonase × 1.000) ÷ berat per batang

Contoh: 1 ton D10 = 1.000 ÷ 7,40 = 135,14 batang, atau 135 batang utuh.

Dari batang ke ton

Tonase = jumlah batang × berat per batang ÷ 1.000

Contoh: 500 batang D16 = 500 × 18,94 = 9.470,00 kg, atau sekitar 9,470 ton.

Contoh menyusun pesanan grosir campuran

Misalkan sebuah proyek atau toko besi merencanakan pembelian 30 ton dengan komposisi berikut. Jumlah batang dibulatkan ke atas agar tonase minimal terpenuhi.

Diameter Rencana (ton) Jumlah batang Berat nominal
D10 5 676 5.002,40 kg
D13 8 640 8.000,00 kg
D16 12 634 12.007,96 kg
D19 5 188 5.021,48 kg
Total 30   30.031,84 kg

Setelah dibulatkan per batang, total nominalnya menjadi 30.031,84 kg atau sekitar 30,03 ton. Selisih kecil seperti ini wajar dan sebaiknya disepakati sejak awal: apakah tagihan mengikuti berat timbang, berat nominal per batang, atau tonase pesanan.

Hal yang menentukan harga grosir

Kami tidak mencantumkan angka harga di artikel karena harga baja berubah mengikuti bahan baku, kurs, dan kondisi pasar. Yang bisa dijelaskan adalah komponen yang biasanya memengaruhi penawaran:

  • Dasar harga: per kg atau per ton lebih adil untuk pembelian besar dibanding per batang, karena langsung mengikat pada berat. Penjelasan lengkapnya ada di harga besi beton per kg.
  • Diameter dan kelas mutu: kombinasi diameter serta kelas BjTP atau BjTS yang diminta.
  • Volume dan jadwal: tonase total, apakah dikirim sekaligus atau bertahap.
  • Lokasi dan cara pengiriman: jarak dari pabrik, akses kendaraan panjang ke lokasi, dan fasilitas bongkar.
  • Dokumen: kebutuhan SPPT-SNI dan mill certificate per batch untuk syarat proyek.

Data yang perlu disiapkan saat meminta penawaran

  1. Daftar diameter beserta tonase atau jumlah batang, seperti tabel contoh di atas
  2. Jenis dan kelas mutu: polos (BjTP) atau ulir (BjTS)
  3. Alamat pengiriman dan kondisi akses kendaraan
  4. Jadwal kebutuhan, termasuk bila pengiriman dibagi beberapa tahap
  5. Dokumen mutu yang disyaratkan pemilik proyek atau konsultan

Data yang lengkap membuat tim sales bisa langsung mengecek stok dan menyusun penawaran tanpa bolak-balik bertanya. Bila Anda membeli lewat perantara, gunakan kriteria di cara memilih distributor besi beton.

Mengecek tonase saat barang datang

Pembelian grosir baru selesai ketika barang yang diterima cocok dengan yang dipesan. Karena selisih satu atau dua batang per diameter mudah terlewat saat bongkar muat, lakukan pengecekan berikut sebelum surat jalan ditandatangani:

  1. Hitung jumlah ikatan dan batang per ikatan untuk setiap diameter, lalu kalikan dan cocokkan dengan surat jalan.
  2. Kalikan jumlah batang dengan berat per batang dari tabel di atas untuk mendapatkan tonase nominal yang seharusnya diterima.
  3. Timbang beberapa batang sampel dari ikatan yang berbeda. Bila berat nyatanya jauh di bawah nominal, tonase di atas kertas tidak mencerminkan besi yang benar-benar datang.
  4. Cocokkan label ikatan dengan dokumen mutu, terutama nomor batch pada mill certificate.
  5. Catat selisih secara tertulis di surat jalan sebelum ditandatangani, lengkap dengan foto, agar klaim bisa diproses.

Untuk toko besi yang menjual kembali per batang, catatan ini juga menjadi dasar menghitung harga jual yang wajar, karena modal dibayar berdasarkan berat sedangkan penjualan dilakukan per batang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa batang besi D16 dalam 1 ton?

Dengan berat nominal 18,94 kg per batang 12 m, satu ton D16 setara 52,80 batang, atau 52 batang utuh.

Apakah jumlah batang per ton besi polos dan ulir sama?

Sama untuk diameter yang sama, karena berat menurut SNI hanya bergantung pada diameter.

Kenapa tonase di surat jalan tidak persis sama dengan pesanan?

Besi dikirim per batang utuh, dan berat nyata tiap batang dapat sedikit berbeda dari nominal dalam batas toleransi standar. Sepakati dasar penagihan sejak awal agar tidak menjadi sengketa.

Lebih untung membeli per batang atau per ton?

Untuk pembelian besar, harga berbasis berat lebih mudah dibandingkan antarpemasok karena tidak terpengaruh batang yang kurang ukuran. Tetap timbang sampel saat barang datang.

Berapa minimum pembelian grosir langsung dari pabrik?

Ketentuan pembelian bergantung pada diameter, lokasi, dan jadwal. Hubungi tim sales untuk memastikan ketentuan yang berlaku bagi kebutuhan Anda.

Minta penawaran grosir

PT Inter World Steel Mills Indonesia di Tangerang memproduksi besi beton polos (BjTP) dan ulir (BjTS) bersertifikat SNI 2052:2024 dan melayani kontraktor, distributor, serta toko besi dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Diameter dan kelas mutu yang tersedia dapat dilihat di halaman spesifikasi produk.

Kirim daftar diameter dan tonase Anda lewat halaman Order Now untuk mendapatkan penawaran harga grosir dan konfirmasi stok.