Saat membangun rumah 2 lantai, pertanyaan pertama yang datang ke toko besi hampir selalu sama: berapa batang besi beton yang harus dipesan? Kalau terlalu sedikit, pekerjaan berhenti menunggu kiriman susulan. Kalau terlalu banyak, uang tertahan di tumpukan besi yang akhirnya berkarat di halaman.

Artikel ini menunjukkan cara menghitung kebutuhan besi beton rumah 2 lantai langkah demi langkah, lengkap dengan satu contoh rumah berukuran 6 × 10 meter yang angkanya bisa Anda periksa sendiri. Hasil akhirnya: sekitar 2,37 ton besi beton, atau kira-kira 19,7 kg per m² luas bangunan. Angka ini contoh untuk memahami cara hitung, bukan pengganti gambar kerja dan perhitungan struktur dari insinyur sipil.

Bagian Rumah 2 Lantai yang Memakai Besi Beton

Kolom

Kolom menyalurkan beban lantai dan atap ke pondasi. Pada rumah 2 lantai, kolom utama umumnya berukuran 20 × 20 cm dengan tulangan utama besi ulir dan sengkang besi polos.

Sloof, balok lantai, dan ring balok

Sloof mengikat kolom di atas pondasi, balok lantai menopang pelat lantai 2, dan ring balok mengikat puncak dinding lantai 2. Ketiganya mengikuti garis kolom yang sama, sehingga panjangnya mudah dihitung dari denah.

Pelat lantai 2

Pelat lantai memakai anyaman besi dua arah. Bagian inilah yang paling sering salah hitung karena orang lupa bahwa batang sepanjang 12 meter harus dipotong mengikuti ukuran ruangan.

Sengkang

Sengkang adalah besi kecil berbentuk persegi yang mengikat tulangan utama kolom dan balok. Jumlahnya ratusan, sehingga total beratnya sering mengejutkan.

Asumsi Contoh Rumah

  • Denah 6 × 10 m, dua lantai, total luas bangunan 120 m²
  • Tinggi tiap lantai 3,5 m; panjang tulangan per kolom 7,5 m termasuk penjangkaran ke pondasi
  • 12 kolom 20 × 20 cm pada grid 3 × 4 titik, tulangan utama 4 D13
  • Sloof, balok lantai, dan ring balok 20 × 30 cm, tulangan utama 4 D13
  • Sengkang Ø8 jarak 15 cm; panjang potong 0,75 m untuk kolom dan 0,95 m untuk balok
  • Pelat lantai 2 seluas 60 m², besi D10 jarak 15 cm dua arah, satu lapis
  • Cadangan sambungan lewatan dan potongan 10% untuk D13 dan Ø8
  • Panjang batang standar 12 m, berat mengikuti rumus SNI 0,006165 × d²

Langkah Perhitungan

1. Tulangan utama D13

Kolom: 12 kolom × 7,5 m = 90 m. Garis balok per level: 3 garis × 10 m + 4 garis × 6 m = 54 m; untuk sloof, balok lantai, dan ring balok menjadi 3 × 54 = 162 m.

Setiap elemen memakai 4 batang, jadi (90 + 162) × 4 = 1.008 m. Ditambah cadangan 10% menjadi 1.108,8 m, dibagi 12 m = 93 batang D13. Berat: 93 × 12,50 kg = 1.162,5 kg.

2. Sengkang Ø8

Kolom: setiap kolom 7,5 m ÷ 0,15 + 1 = 51 sengkang, sehingga 12 kolom = 612 sengkang × 0,75 m = 459 m. Balok: 162 m ÷ 0,15 = 1.080 sengkang × 0,95 m = 1.026 m.

Total 1.485 m, ditambah 10% menjadi 1.633,5 m, dibagi 12 m = 137 batang Ø8. Berat: 137 × 4,73 kg = 648,01 kg.

3. Pelat lantai D10

Arah memanjang: batang sepanjang 10 m dipasang sepanjang lebar 6 m dengan jarak 15 cm, jadi 6 ÷ 0,15 + 1 = 41 batang. Satu batang 12 m hanya bisa diambil satu potong 10 m, jadi butuh 41 batang.

Arah melintang: potongan 6 m sepanjang 10 m, jadi 10 ÷ 0,15 + 1 = 68 potong. Satu batang 12 m menghasilkan dua potong 6 m, jadi 68 ÷ 2 = 34 batang. Total 75 batang D10, berat 75 × 7,40 kg = 555 kg.

Rekap Kebutuhan Besi Beton

Diameter Dipakai untuk Jumlah batang Berat per batang Total berat
D13 (ulir) Kolom, sloof, balok, ring balok 93 12,50 kg 1.162,5 kg
D10 (ulir) Pelat lantai 2 75 7,40 kg 555 kg
Ø8 (polos) Sengkang 137 4,73 kg 648,01 kg
Total 2.365,51 kg (± 2,37 ton)

Dengan luas bangunan 120 m², kebutuhan rata-ratanya sekitar 19,7 kg per m². Angka per m² seperti ini berguna untuk memeriksa apakah penawaran tukang atau kontraktor masuk akal, tetapi jangan dipakai untuk memesan. Pesanan tetap dihitung dari gambar kerja. Rincian berat semua diameter ada di tabel ukuran dan berat besi beton SNI, dan cara menghitung per elemen dibahas di cara menghitung kebutuhan besi kolom dan balok.

Besi Beton yang Bagus untuk Rumah 2 Lantai

Untuk rumah tinggal, yang menentukan mutu bukan merk, melainkan apakah besinya memenuhi SNI 2052 dan sesuai gambar kerja. Beberapa pegangan praktis:

  • Tulangan utama memakai besi ulir (BjTS). Siripnya membuat besi mencengkeram beton jauh lebih kuat daripada besi polos. Penjelasannya ada di perbedaan besi beton polos dan ulir.
  • Kelas mutu mengikuti gambar kerja. Jangan mengganti BjTS 420 dengan kelas yang lebih rendah hanya karena lebih mudah didapat.
  • Berat sesuai tabel SNI. Timbang satu batang D13: beratnya harus mendekati 12,50 kg. Batang yang jauh lebih ringan adalah tanda besi banci yang diameternya dikurangi.
  • Ada SPPT-SNI dan mill certificate. Mintalah dokumen ini ke penjual; produsen resmi menerbitkannya per batch. Lihat sertifikasi kami.

Perbandingan merk yang beredar beserta cara mengeceknya ada di artikel merk besi beton terbaik di Indonesia.

Kesalahan Umum Saat Menghitung Besi Rumah

  • Lupa sambungan lewatan. Batang yang disambung harus ditumpuk sepanjang kira-kira 40 kali diameter. Tanpa cadangan, hitungan selalu kurang.
  • Menghitung pelat lantai per meter, bukan per potongan. Sisa potongan 2 m dari batang 12 m jarang terpakai, sehingga harus dihitung sebagai batang utuh.
  • Mengabaikan sengkang. Pada contoh di atas sengkang menyumbang lebih dari seperempat total berat.
  • Membeli per batang tanpa menimbang. Harga per batang yang terlihat murah bisa jadi karena batangnya lebih ringan dari standar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa ton besi beton untuk rumah 2 lantai?

Untuk contoh rumah 6 × 10 m dua lantai (total 120 m²) dalam artikel ini, kebutuhannya sekitar 2,37 ton atau 19,7 kg per m². Angka sebenarnya bergantung pada denah, bentang balok, jenis pondasi, dan desain struktur, jadi pastikan dihitung ulang dari gambar kerja.

Besi ukuran berapa untuk kolom rumah 2 lantai?

Kolom utama rumah 2 lantai umumnya memakai 4 batang besi ulir D13 dengan sengkang Ø8 jarak 15 cm, tetapi ukuran pasti harus mengikuti perhitungan struktur dari insinyur sipil.

Besi beton apa yang bagus untuk rumah 2 lantai?

Besi beton yang bersertifikat SNI 2052, beratnya sesuai tabel SNI, disertai mill certificate, dan kelas mutunya sesuai gambar kerja. Untuk tulangan utama gunakan besi ulir (BjTS).

Berapa batang besi D10 untuk pelat lantai 60 m²?

Dengan jarak 15 cm dua arah satu lapis pada pelat 6 × 10 m, dibutuhkan 75 batang D10 atau sekitar 555 kg.

Apakah Inter World Steel melayani pembelian untuk rumah tinggal?

Pabrik kami melayani pembelian dalam volume besar dan menyalurkan produk melalui jaringan distributor serta toko besi. Untuk kebutuhan satu rumah, tim sales dapat mengarahkan Anda ke distributor terdekat.

Butuh Besi Beton SNI untuk Proyek Anda?

PT Inter World Steel Mills Indonesia memproduksi besi beton polos (BjTP) dan ulir (BjTS) bersertifikat SNI 2052:2024 di Tangerang, dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Setiap batch disertai SPPT-SNI dan mill certificate. Lihat spesifikasi produk, kirim daftar kebutuhan Anda lewat halaman Order Now, atau hubungi tim sales untuk cek stok dan penawaran harga.